Showing posts with label UKM. Show all posts
Showing posts with label UKM. Show all posts

Inilah 3 elemen penting dalam bisnis UKM ~ Usaha Kecil Menengah

Inilah 3 elemen penting dalam bisnis UKM ~ Usaha Kecil Menengah - Sebelum mengetahui 3 elemen atau faktor penting dalam bisnis UKM, alangkah baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu UKM. UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menengah, punya arti sebagai istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000 dan tidak termasuk tanah maupun bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri.

Inilah 3 elemen penting dalam bisnis UKM ~ Usaha Kecil Menengah

Banyak yang berpendapat bahwa, hanya karyawan yang sudah bekerja saja yang akan tertarik terjun ke dunia bisnis UKM, dan saya tidak sependapat. Anak-anak muda generasi penerus bangsa saat ini juga tidak mau ketinggalan. Sesuai dengan umurnya, pasar yang diincar anak-anak muda ini adalah pasar seumuran mereka juga.

Tidak adanya patokan modal yang ditentukan untuk memulai, cukup kekreativitasan, passion dan gairah yang dituntut dari mereka, serta pengetahuan yang cukup mempuni dalam hal dan seluk-beluk bisnis. Bagi anda yang ingin memulai bisnis UKM, sekiranya ada 3 faktor yang kudu diperhatikan.

Oke, langsung saja! Inilah 3 elemen penting dalam bisnis UKM ~ Usaha Kecil Menengah


1. Ciptakan terobosan usaha baru yang unik dan belum pernah ada

Untuk menciptakan sebuah bisnis yang belum pernah ada sebelumnya, tentu saja kreativitas berperan besar didalamnya. Manfaatkan dunia internet untuk melihat potensi sumber daya yang dapat menghasilkan ide dan gagasan yang brilian untuk memulai dan mengembangkan bisnis.

Tentu saja usaha anda yang unik dan berbeda dari yang lain itu akan dianggap sedikit aneh bagi sebagian orang. Namun sadarilah bahwa keunikan tersebut akan membawa ciri khas atas brand dan produk anda, asalkan dibutuhkan dan diperlukan masyarakat luas. Yang terpenting, perhatikan kebutuhan pasar dan ciptakan produk yang bernilai jual nan baik.

2. Adopsi usaha yang sudah melangit menjadi gaya anda sendiri

Kita mengakui bahwa tidak semua orang memiliki daya intelektual, pengetahuan dan kekreativitasan yang tinggi diatas rata-rata. Jika nyatanya hal ini (kurang kreatif) melekat pada diri anda, maka jangan memaksakan diri untuk tetap menciptakan usaha yang unik dan bervariasi.

Caranya yaitu mengadopsi usaha lain yang telah populer terlebih dahulu, lalu membuatnya menjadi ciri khas bisnis anda. Contohnya bisnis pakaian, makanan kecil hingga kafe. Tapi jika ingin membuat produk anda berbeda dari yang lain, jangan terlalu mengadopsinya hingga 100%, anda bisa membedakan dari segi kualitas maupun kuantitas.

3. Junjung tinggi hobi dan kegemaran anda

Penelitian membuktikan, bisnis yang dimulai dengan hobi maupun kegemaran mampu bertahan lebih lama. Menurut saya, hal ini disebabkan karena saat menjalani bisnis tersebut, anda begitu menyukai bidangnya, otomatis semangat anda untuk melakoninya setiap hari tidak akan habis. Apalagi hobi anda tersebut bisa menjadi ladang income untuk anda sendiri.

Yang menjadi nilai tambah adalah, dengan memiliki hobi atau kesukaan tertentu akan membuat anda memiliki pengetahuan dan penguasaan yang baik dalam bidang itu sendiri. Pengetahuan merupakan modal dalam usaha. Banyak contoh orang yang melakoni bisnis kelas dunia saat ini yang hanya dimulai dari hobi. Menakjubkan!

Saya bisa kasih contoh yaitu dari bapak Yodhia Antariksa, msc in hr management. Dalam salah satu Ebook-nya yang bisa diunduh gratis, saya menemukan ungkapan bahwa salah satu rahasianya bisa sukses dalam bisnis online adalah hobi ataupun kegemaran. Beliau juga mengungkapkan, saking hobi-nya dengan dunia internet, ketika berbaring di malam hari, dia sudah tidak sabar menunggu pagi untuk nge-blog kembali.

Lihatlah apa yang telah dicapainya, Blog Strategi + Manajemen dinobatkan menjadi Blog Bisnis Terbaik No. 1 se-Indonesia pada Pesta Blogger tahun 2010 silam.

Apabila anda sudah menerapkan 3 faktor diatas, maka bersiap-siaplah untuk membuka bisnis UKM. Jangan menunda terlalu lama, mungkin kesempatan akan datang untuk kali kedua, namun tidak lagi untuk kesekian kalinya. Terima kasih.



Catatan kaki: Wikipedia Indonesia
Bagikan :